Minggu, 24 Mei 2015
Tutorial Membuat Poster Sederhana dan mudah dengan Corel Draw
https://www.youtube.com/watch?v=vvK-jnKaV1khttps://www.youtube.com/watch?v=vvK-jnKaV1k
Iodometri lengkap dan pembahasan
Pengertian Iodometri
Iodometri adalah titrasi redoks yang melibatkan titrasi iodin yang diproduksi dalam reaksi dengan larutan standar tiosulfat.
Prinsip umum iodometri
Iod bebas seperti halogen lain dapat menangkap elektron dari zat pereduksi, sehingga iod sebagai oksidator. ion I- siap memberikan elektron dengan adanya zat penangkap elektron, sehingga I- bertindak sebagai zat pereaksi
Reaksi
- I2(padat) + 2e → 2I-
pada beberapa literatur sering dituliskan
- I3- + 2e →3I-
Penentuan zat pereduksi
iod bebas bereaksi dengan larutan natriumtiosulfat sebagai berikut Na2S2O3 + I2 → 2 NaI + Na2S4O6 :pada reaksi tersebut terbentuk senyawa natrium tetrationat, Na2S4O6 , garam dari asam tetrationat. reaksi iodometri ini dapat ditulis dalam bentuk ion sebagai berikut :
2S2O3 + I2 → 2NaI + S4O6- 2S2O3- → S4O6- + 2e
1 grek natrium tiosulfat = 1 mol, sedangkan 1 grek I2 = ½ mol
ketika larutan natrium tiosulfat dititrasi dengan larutan iod berwarna coklat gelap yang karakteristik dengan iod akan hilang. ketika semua Na2S4O6 telah teroksidasi, maka kelebihan larutan iod akan menjadikan cairan tersebut berwarna kuning pucat. karena itu dalam iodometri memungkinkan titrasi tanpa menggunakan indikator. namun kelebihan iod pada akhir titrai memberikan warna yang samar, sehingga penetapan titik akhir titrasi (ekivalen) menjadi sukar. karena itu lebih disukai menggunakan reagen yang senditif terhadap iod sebagai indikator; yaitu larutan kanji yang membentuk senyawa adsorpsi berwarna biru dengan iod. dengan adanya larutan kanji, titik ekivlen ditentukan dari kenampakan warna biru yang tetap pada kelebihan penambahan satu tetes iod. sebaliknya, dimungkinkan juga untuk menitrasi larutan iod dengan tiosulfat sampai kelebihan satu tetes tiosulfat menghilangakan warna biru larutan. dalam kasus ini larutan kanji harus ditambahkan pada saat akhir titrasi mendekati titik ekivalen, ketika iod tunggal sedikt dan larutan yang dititrasi berwarna kuning. jika larutan kanji yang ditambahkan pada awal titrasi, ketika masih banyak terdapat iod dalam larutan, maka sejumlah besar senyawa iod-kanji yang terbentuk akan bereaksi lambat dengan tiosulfat. dengan mengetahui normalitas larutan iod, volume iod dan tiosulfat yang digunakan dalam titrasi, kita dapat memperoleh noramlitas titran (larutan tiosulfat. sebaliknya normalitas titran larutan iod dapat dihitung dari normalitas tiosulfat yang diketahui. berbagai zat pereduksi yang mampu mereduksi I2 menjadi ion I- ditentukan dengan cara sama, antaranya H2SO3, H3AsO3, HSbO3, H2S bebas, SnCl2.
Penentuan zat pengoksidasi
karena zat pereduksi ditentukan dengan titrasi menggunakan larutan iod, maka dalam penentuan zat pengoksidasi didasarkan pada reduksi oleh ion I- sehingga harus digunakan larutan KI untuk titrasi. namun kenyataanya titrasi ini tidak dapat dijalankan karen auntuk menentukan titik ekivalenya tidak mungkin. ketika oksidator seperi K2Cr2O7 dititrasi dengan laruta KI, menurut reaksi berikut:
K2Cr2O7 + 6KI + 14HCL → 3I2 + 8 KCl + 2 CrCl3 + 7H2O :akhir reaksi ditandai oleh penghentian pelepasa iod. namun keadaan tersebut tidak dapat diamati. ketika larutan digunakan sebagai indikator, pengamatan I2 yang muncul dapat terpantau dengan mudah (warna biru) namun bukan ketika ercapai pembentukan I2 pertama kali. dalam kasus ini digunaan metoda substitusi tidak langsung, yaitu pada campuran kalium iodida dan larutan asam (dalam jumlah berlebih) ditambahkan dengan volume tertentu oksidator yang akan ditentukan (sebagai contoh larutan K2Cr2O7 ). kemudian dibiarkan sekitar 5 menit untuk menyelesaikan reaksi tersebut. selanjutnya ion yang dilepaskan dititrasi denga tiosulfat. banyaknya grek iod ekivalen dan grek tiosulfat akan sama dengan zat pengoksidasi (K2Cr2O7). karena itu meski penentuan K2Cr2O7 dan Na2S2O3 masing-masing tidak bereaksi langsung, namun banyaknya akan ekivalen, dengan perhitungan berikut
- VK2Cr2O7 . NK2Cr2O7 = V Na2S2O3 . N Na2S2O3
:penentuan zat pengoksidasi secara iodometri dapat dirangkum sebagai berikut:
- KI + asam (berlebih dalam erlenmeyer) + oksidator yang akan ditetapkan ( dengan memipet) → pelepasan I2
- I2 + Na2S2O3 ---- 2 NaI + Na2S4O6 (titrasi iod dengan tiosulfat)
banyak zat pegoksidasi yang mampu mengoksidasi ion I- menjadi I2 dapat ditentukan secara iodometri dengan prosedur ini, diantaranya Cl2, Br2, KMnO4, KClO3, bubuk pemutih (CaOCl2), garam dari HNO2, hidrogen peroksida, garam ferri, garam kupri, dsb.
Referensi
- Widodo, Didik Setyo., Lusiana, Retno Ariadi.2010. Kimia Analisis Kuantitatif. Yogyakarta:Graha Ilmu
- Khopkar, S.M., 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta:UI-press
- Mulyono. 2006. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta:PT Bumi Aksara
sumber:http://www.academia.edu/6768812/METODE_IODOMETRI
Kamis, 21 Mei 2015
Minggu, 10 Mei 2015
Minggu, 03 Mei 2015
Minggu, 26 April 2015
TREMATODA LENGKAP
Filum Platyhelminthes (Kelas Trematoda):
Trematoda dikenal juga sebagai cacing isap. Istilah Trematoda berasal dari bahasa yunani Trematodaes yang berarti punya lobang, bentuk tubuh pipih dorso ventral seperti daun. Menurut The Animal Diversity, anggota kelas trematoda diperkirakan berjumlah 9000 spesies, sedangkan menurut Zoolab University of Wisconsin, jumlah spesies kelas trematoda berjumlah 8000. Secara umum ciri-ciri kelas trematoda adalah sebagai berikut:
Tubuhnya pipih dorsoventral, berbentuk seperti daun, tidak bersegmen.
Ukurannya bervariasi antara satu milimeter sampai beberapa sentimeter.
Mempunyai batil isap (sucker=acetabulum), yang terletak di bagian anterior, disebut batil isap mulut (oral sucker) dan di bagian ventral tubuh, disebut batil isap perut (ventral sucker ). Ada species yang mempunyai genital sucker (Heterophyes heterophyes).
Pada umumnya monocieus/hermaphrodite kecuali Schistosoma.
Tidak mempunyai rongga tubuh (body cavity).
Mempunyai sistem pencernaan, tetapi tidak sempurna.Mulut (oral cavity) yang dikelilingi oral sucker terletak di ujung anterior, dilanjutkan dengan pharynx, esophagus bercabang di depan ventral sucker dan menjadi sepasang usus yangberakhir buntu (caeca)yang bentuknya bervariasi: -simple/sederhana : hanya bercabang dua dan berakhir buntu (Clonorchis sinensis) -setelah bercabang dua lalu bercabang-cabang lagi ke lateral (Fasciola hepatica) - setelah bercabang lalu menyatu lagi menjadi satu satu caecum yang disebut reunited- intestine(Schistosoma).
Mempunyai sistem excretory (flame cell) dan sistem syaraf.
Berkembang biak dengan bertelur (oviparus)
Telur mempunyai operculum (kecualiSchistosoma).
System reproduksi berkembang sempurna. Alat genital terletak di antara kedua percabangan intestine
Hidup sebagai parasit
Referensi:
---------2000, Diktat Biologi Mikroba Sub Modul Parasitologi, Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang.
http://animaldiversity.ummz.umich.edu/accounts/Trematoda/
http://www.uwlax.edu/biology/Zoo-Lab/Lab-05/Class-Trematoda.htm
sumber:http://pintarsains.blogspot.com/2011/09/ciri-ciri-kelas-trematoda-cacing-isap.html
Senin, 13 April 2015
Usai Hantam City, Young Sebut Ruang Ganti Pemain MU 'Pecah'
Usai Hantam City, Young Sebut Ruang Ganti Pemain MU 'Pecah'
Selebrasi pemain Manchester United © AFP
Bola.net - Winger Manchester United, Ashley Young mengungkapkan bagaimana atmosfer ruang ganti Setan Merah usai sukses mengalahkan rival sekotanya, Manchester City. Menurutnya, atmosfer ruang ganti pemain United sangat fantastis.
Seperti diketahui, bermain di Old Trafford, MU sukses menghempaskan The Citizens dengan skor 4-2. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi United di Old Trafford atas City sejak terakhir melakukannya pada musim 2010-2011 silam.
"Seperti yang anda bayangkan, suasana di ruang ganti seperti aliran listrik usai pertandingan," ujarnya.
"Kemenangan dalam derby, terutama melihat cara kami melakukannya, berarti ada perayaan fantastis," tandasnya.
Pada laga tersebut, empat gol MU dicetak Ashley Young, Marouane Fellaini, Juan Mata dan Chris Smalling. Sementara dua gol balasan City dicetak Sergio Aguero.(ins/dzi)
SUMBER : BOLA.NET
Langganan:
Postingan (Atom)

